Polres Bontang – Kapolsek Bontang Utara Iptu Lukito menghadiri rapat kerja tim percepatan penurunan stunting kota Bontang di Auditorium 3D Kelurahan Bontang Baru Kecamatan Bontang Utara, Senin (30/10/2023) pukul 14.30 Wita.
Rapat tersebut dipimpin oleh Walikota Bontang Basri Rase membahas tentang target penurunan stunting di Kota Bontang tahun 2024.
Berdasarkan data dari Pemkot Bontang, wilayah dengan presentase tertinggi dengan kasus stunting berada di Kelurahan Kanaan dengan presentase 26 persen, disusul Bontang Lestari 23 persen dan Guntung 22 persen serta Bontang Kuala 22 persen sebaran balita dengan risiko stunting terjadi di seluruh wilayah Kota Bontang, bahkan di kawasan perumahan seperti Belimbing dan Gunung Elai.
Masih dari data yang sama, risiko anak tumbuh stunting juga tinggi. Dari total 37 ribu jiwa keluarga di Bontang, lebih dari 45 persennya masuk kategori beresiko kekurangan gizi.
Stunting yang dialami warga paling banyak disebabkan karena orang tua memiliki banyak anak, serta ibu hamil yang telah berusia di atas 35-40 tahun.
Dalam intruksinya pemerintah pusat, meminta daerah wajib menekan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang.
Berikut delapan aksi integrasi intervensi penurunan stunting di kota Bontang diantaranya analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, Perbup/ perwali, kewenangan kelurahan, Pembinaan KPM, Manajemen data, Pengukuran dan publikasi stunting, serta Reviu kinerja tahunan.